Beranda / News

Tak Tahan Ditinggal Istri Bekerja Sebagai TKW, Para Suami di Indramayu Gugat Cerai ke Pengadilan Agama

news.terasjakarta.id - Minggu, 22 Januari 2023 | 21:20 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Ilustrasi (terasjakarta/ist)

Ilustrasi (terasjakarta/ist)

Penulis : Potan Ahmad
Editor : Potan Ahmad

INDRAMAYU,TERASJAKARTA.ID - Pengadilan Agama (PA) Indramayu, mencatat 2.102 perkara cerai talak oleh suami sudah diputuskan.

Sebelumnya Pengadilan Agama Indramayu sudah menerima laporan perceraian sebanyak 7.771 perkara.

Tingginya angka cerai talak tersebut salah satunya disebabkan banyaknya suami ditinggal istri untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW.

Baca Juga : Hindari Amukan Massa, Pria di Cempaka Putih Barat Nekat Terjun ke Kali, Kepergok Masuk ke Rumah Warga

Humas Pengadilan Agama Indramayu, Dindin Syarief Nurwahyudin mengatakan, hal itu menjadi factor utama gugatan cerai suami.

"Rata-rata gugatan cerai oleh suami kepada istri faktor ditinggal menjadi TKW,” kata Didin, dalam ketarangan tertulis kepada wartawan, Minggu (22/1/2023).

"Minat warga Indramayu bekerja ke luar negeri sangat tingg. Hal ini sangat berpengaruh kepada hubungan rumah tangga mereka, terutama masalah biologis, sambungnya.

Baca Juga : Lagi Nyari Penghasilan Tambahan? Indomaret Buka Lowongan Kerja Part Time, Berikut Syaratnya

Kejadian itu kata Didin, pada dasarnya soal ekonomi. Para istri mau meninggalkan keluarga menjadi TKW dan pergi bertahun-tahun.

”Saat sudah diluar negeri tidak sedikit istri yang tidak ingin pulang karena merasa kebutuhan ekonominya terpenuhi saat bekerja di luar negeri," ujarnya.

Sementara pihak suami yang ditinggal di kampung halaman membutuhkan istrinya, selain untuk memenuhi kebutuhan biologis juga kebutuhan ekonomi.

Baca Juga : Ngeri Hard Gumay Ramal Artis Berakhiran

“Suami ditinggal dalam jangka waktu bertahun-tahun, sehingga memutuskan untuk meninggalkan (cerai). Mereka juga pada dasarnya butuh pendamping," tandasnya.

Didin berharap, kondisi ini dapat dijadikan bahan evaluasi dari semua pihak agar angka perceraian di Indramayu bisa ditekan.

"Memang secara umum untuk di Indramayu didominasi oleh faktor ekonomi," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link