Beranda / News

Warga Minta Tanggung Jawab KCIC karena Kerusakan Rumah Dampak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

news.terasjakarta.id - Selasa, 16 Mei 2023 | 16:16 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung merusak rumah, warga sekitar minta pertanggungjawaban KCIC dan pemerintah.

Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung merusak rumah, warga sekitar minta pertanggungjawaban KCIC dan pemerintah.

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mendapatkan keluhan warga sekitar.

Warga sekitar proyek KCJB ini mengeluhkan kondisi rumah mereka yanng penuh retak dan kerusakan sejak proyek ini berjalan.

Warga sekitar berharap agar PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan pemerintah menyelesaikan tanggung jawab lingkungan sebelum melaksanakan commissioning test atau uji coba kereta.

Baca Juga : Promo 5 Kereta Api Baru dari PT KAI, Ini Nama dan Rutenya

Dilansir dari Instagram @infobdgbaratcimahi, warga sekitar proyek KCJB terkena dampak berupa kondisi rumah yang mengalami banyak kerusakan.

Kerusakan ini disebabkan oleh ledakan terowongan (blasting tunnel) 11 KCJB di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurut kesaksian Ketua RT 04/13 Kompleks Tipar Silih Asih Heru Agam pada Senin, 15 Mei 2023, ledakan terowongan 11 terjadi sebanyak 8 kali selama 4 hari berturut-turut pada tanggal 24 sampai dengan 28 September 2019.

Baca Juga : Kasat Narkoba Polres Jaktim Tewas Disambar Kereta dengan Kecepatan 27 Km/Jam

Lebih tepatnya, ledakan terjadi sebanyak dua kali sehari pada siang dan sore hari.

Ledakan ini menimbulkan getaran hebat di daerah sekitar hingga, menurut Heru, air dalam akuarium bergoyak kencang dan kaca jendela bergetar hebat.

Akibat dari ledakan terowongan 11 ini, sebanyak 120 rumah yang dihuni oleh 500 jiwa retak-retak.

Baca Juga : Arus Balik Lebaran 2023, Hari Ini 44 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta

Heru juga menyatakan bahwa pemerintah maupun pihak KCIC tidak pernah memberitahukan akan adanya ledakan untuk terowongan tersebut.

Warga baru mengetahui adanya kegiatan peledakan setelah warga Kompleks Tipar Silih Asih merasakan getaran dan melihat kerusakan pada rumahnya.

Menanggapi adanya ledakan tersebut, warga telah mendatangi lokasi pembangunan yang terletak di Gunung Bihong ini agar pelaksanaan proyek yang melakukan ledakan dihentikan.

Baca Juga : Setelah 35 Tahun, Peserta Mudik Bersama PLN 2023 Terharu Bisa Naik Kereta Lagi

Sayangnya, ledakan terus dilakukan hingga tahun 2021.

Warga pun telah berusaha untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang berwajib.

Dalam keterangannya, Heru mengungkapkan bahwa warga telah berjuang meminta keadilan kepada pemerintah.

Baca Juga : Tiket Kereta Api Motis Dikenakan Tarif Seharga Rp10 Ribu, Begini Tata Cara dan Syarat Mendaftarnya

Warga telah pergi ke Jakarta untuk menemui Kementerian ataupun DPR agar suara mereka didengar.

Sayangnya, usaha yang telah dilakukan sejak 2019 ini tidak mengalami kemajuan.

Pihak KCIC maupun pemerintah tidak pernah melakukan tindak lanjut atau pertanggung jawaban terhadap dampak yang ditimbulkan oleh proyek besar ini.

Baca Juga : Evita Nursanty Tolak Impor Kereta Bekas, Sebut KRL Chaos saat Tahun Baru dan Lebaran

Terkait dengan uji coba kereta cepat atau commissioning yang akan diselenggarakan KCIC, warga berharap akan pihak KCIC maupun pemerintah melakukan kajian terkait keamanan tinggal.

Apalagi melihat kondisi rumah mereka yang kian hari makin parah kerusakannya.

Mengetahui berita ini, salah satu netizen juga menceritakan kondisi rumahnya yang tidak jauh berbeda.

Baca Juga : PT KAI Temukan 4.984 Barang Hilang di Kereta, Estimasi Nilai hingga Rp 4 Miliar

Sejak hari pertama proyek ini berjalan, netizen yang tinggal 30 meter dari lokasi konstruksi ini telah merasakan gangguan berupa suara bising, jalan rusak, banjir saat hujan hingga lantai dan dinding rumah yang retak.

Hal ini telah ia rasakan selama tiga tahun terakhir.

Pihak RW juga sempat mendata rumah yang mengalami dampak kerusakan, tapi perbaikan yang dilakukan masih menggunakan dana pribadi, bukan ditanggung pihak KCIC.

Baca Juga : Dua Rute Kereta Panoramic Akan Kembali Dioperasikan, Segini Harga Tiketnya

Sementara itu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah memulai uji coba atau commissioning test pada tahap awal pada Senin, 22 Mei 2023.

Dalam uji coba ini, akan dilakukan pengujian dan assessment sarana dan prasarana serta integrasi sistem.

Sebelumnya, KCIC 2023 telah memulai proses independent test untuk memastikan bahwa semua subsistem berjalan dengan normal.

Selanjutnya, sepanjang trase KCJB juga akan dilakukan uji dinamis EMU atau CIT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link