Beranda / News

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kartika Wirjoatmodjo: Kecepatan tembus 385 Km/Jam

news.terasjakarta.id - Rabu, 24 Mei 2023 | 13:20 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah melaksanakan uji coba kecepatan tembus 385 km/jam. (Foto: Instagram @keretacepat_id)

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah melaksanakan uji coba kecepatan tembus 385 km/jam. (Foto: Instagram @keretacepat_id)

Penulis : Esil Yulinar
Editor : Esil Yulinar

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID -Kecepatan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditingkatkan 385 km/jam secara bertahap sejak Senin 22 Mei 2023.

Berawal dari uji mandiri sistem dan infrastruktur, uji kecepatan pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 385 kilometer per jam.

Dalam hal ini dalam keterangan tertulis, Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri 2 Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa kecepatan uji coba akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai kecepatan maksimum teknis 385 km/jam.

Maka untuk mencapai hal tersebut agar fasilitas masyarakat tidak terganggu saat melalui Kereta Cepat Jakarta-Bandung perbaikan harus dilakukan dalam berbagai aspek, seperti safety barrier dan noise barrier.

Baca Juga : Daftar Rute dan Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bahkan Kartika juga mengatakan kecepatan uji coba kereta cepat kali ini berjalan lancar. Seluruh sistem berfungsi dengan baik seperti kereta api, rel, rambu dan listrik.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat ini sedang dalam tahap uji coba dan commissioning

Pada Selasa, 23 Mei 2023 dalam keterangan tertulis, Emir Monti, Manager Corporate Communication KCIC mengatakan bahwa mulai Senin pelaksanaan uji coba dan commissioning Kereta Cepat Jakarta-Bandung kecepatan perjalanannya ditingkatkan.

Oleh karena itu uji coba dilakukan melalui CIT atau Comprehensif Inspection Train dengan kecepatan yang ditingkatkan menjadi 180 km per jam dari sebelumnya rata-rata 60km.

Baca Juga : Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Segini Kecepatan yang Dihasilkan

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sebelumnya, Kereta Cepat jakarta Bandung (KCJB) telah melaksanakan commissioning test atau uji coba operasional hari Senin, 22 Mei 2023.

Commissioning test yang dilakukan pada Senin dilaporkan berjalan dengan lancar.

1. Hot Sliding Test

Sebelumnya, KCJB telah melakukan hot sliding test untuk menguji aliran listrik pada kereta ini dengan menjalankan EMU dan dilanjutkan perjalanan CIT pada hari selanjutnya.

Hari pertama uji coba kereta cepat Jakarta-Bandung dilaksanakan pada Jumat, 19 Mei 2023.

Selanjutnya, tes kedua dilanjutkan pada Sabtu, 20 Mei 2023.

Uji coba ini dilakukan dengan mengetes rangkaian Electrical Multiple Unit (EMU) pada kereta bertipe KCIC 400 AF atau CR400AF.

Baca Juga : Warga Minta Tanggung Jawab KCIC karena Kerusakan Rumah Dampak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

2. Commissioning test

Pada commissioning test hari ini, KCJB dites pada bagian Comprehensive Inspection Train (CIT) untuk memastikan kembali kesiapan seluruh jaringan Overheat Catenary System (OCS).

Melalui pengetesan ini, aliran listrik yang ada di jaringan OCS diukur secara mendetail untuk mengetahui kemampuan dan kestabilannya dalam memberi tenaga untuk sarana KCJB.

CIT ini merupakan kereta inspeksi yang berfungsi mengukur berbagai kondisi prasarana KCJB mulai dari kelistrikan, jalur, sinyal, dan fasilitas operasi KCJB lainnya.

Baca Juga : Promo 5 Kereta Api Baru dari PT KAI, Ini Nama dan Rutenya

Setelah pengetesan ini, KCJB akan melakukan evaluasi dan melanjutkan ke fase pengujian untuk mesua sistem secara terintegrasi.

Pengujian ini dilakukan secara rutin untuk mengecek integrasi persinyalan, telekomunikasi, OCS, stasiun, dan berbagai sistem lainnya.

Sementara itu, pada pengujian ini, KCJB akan dioperasikan dengan mengatur kecepatan secara bertahap.

Pada pengujian yang dilaksanakan hari ini, KCJB telah bergerak dengan kecepatan 180 km/jam.

Baca Juga : Selama Periode Lebaran 2023, Kereta Api Angkut 3,7 Juta Penumpang

Pengujian terus dilakukan dengan meningkatkan kecepatan hingga mencapai batas teknis maksimal 385 km/jam.

KCJB sendiri didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan hingga 420 km/jam.

Dengan kecepatan ini, KCJB hanya perlu menempuh waktu perjalanan selama 36 menit dalam satu kali perjalanan.

Baca Juga : Cara Cek Bansos PIP Kemendikbud, Mudah dan Cepat di Rumah

Sedangkan, jika KCJB beroperasi dengan berhenti pada setiap stasiun yang telah ditentukan dapat menempuh waktu perjalanan hanya 46 menit.

3. Spesifikasi Kereta

Kereta CR400AF merupakan generasi terbaru dari tipe CRH380A yang diproduksi oleh CRRC Qingdao Sifang.

Kereta ini memiliki ukuran panjang kepala 27,2 meter, intermediate 25 meter, lebar 3,36 meter,dan tinggi 4,05 meter.

Pada rangkaian kereta ini didukung dengan daya 9.750 kW.

Baca Juga : KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Murah Keberangkatan hingga 3 Mei 2023

Kereta ini juga dapat berfungsi sebagai penarik gerbong dalam kondisi darurat.

Untuk KCJB ini terdiri dari delapan gerbong.

Empat gerbong di antaranya dilengkapi motor, sedangkan empat lainnya tidak dilengkapi motor.

Baca Juga : Detik-detik Kasat Narkoba Polres Jaktim Tewas Disambar Kereta, Korban Berjalan Sendirian di Rel Kereta

Selain itu, kereta ini juga dilengkapi dengan dua rem darurat atau emergency brake.

Rem pertama adalah Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah untuk mengontrol kewaspadaan masinis.

Sedangkan Brake UB merupakan rem otomatis yang bekerja dengan mendeteksi jarak antarkereta.

Dengan jumlah gerbong ini, CR400AF dapat menampung penumpang sebanyak 601.

Baca Juga : Kasat Narkoba Polres Jaktim Tewas Disambar Kereta dengan Kecepatan 27 Km/Jam

Sementara itu, dari titik keberangkatan KCJB di Jakarta hingga tujuan akhir di Bandung, kereta ini menempuh jarak 142,3 km.

Dari jarak tersebut, terdapat empat stasiun yang akan dikunjungi kereta ini sebagai stasiun pemberhentiannya.

Daftar Rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sementara itu, Kereta Cepat jakarta Bandung (KCJB) akan mulai beroperasi pada Agustus 2023.

Baca Juga : Setelah 35 Tahun, Peserta Mudik Bersama PLN 2023 Terharu Bisa Naik Kereta Lagi

Hal itu disampaikan oleh Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero) usai menyebutkan 90 persen infrastruktur KCJB yang berupa sumber listrik dan jaringan sudah terpasang.

Adapun rute dan stasiun KCJB adalah sebagai berikut.

1. Staisun Halim

Stasiun pertama ada di Kec. Makassar, yang berada di kota Jakarta Timur.

Stasiun kereta api yang berjarak 41.166 km dari Karawang ini terhubung dengan LRT atau Light Rail Transit.

Baca Juga : KAI Beri Diskon Tiket Kereta Mudik Lebaran 2023 hingga 20 Persen, Keberangkatan 14-17 April

2. Karawang

Pemberhentian pertama dalam rute KCJB ini berada di Kec. Telukjambe Barat, Karawang.

Stasiun ini terletak 55.550 dari Padalarang dan merupakan bagian dari Daerah Operasi atau kerap disebut Daop 1 Jakarta.

3. Padalarang

Stasiun ini mencakup wilayah administrasi Kec. Padalarang, Bandung Barat.

Penumpang bisa turun di Stasiun Hub KCJB yang berjarak 45.584 kilometer dari Tegalluar.

Baca Juga : Tiket Kereta Api Motis Dikenakan Tarif Seharga Rp10 Ribu, Begini Tata Cara dan Syarat Mendaftarnya

4. Tegalluar

Rute dan stasiun KCJB ada di Kec. Bojongsoang, Bandung.

Stasiun ini terhubung dengan armada Bus Rapid Transit atau BRT atau sebagai depo.

Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Merujuk keterangan resmi melalui laman kcic.co.id, Rahadian Ratry, General Manager atau GM PT Kereta Api Indonesia China atau disebut KCIC menjelaskan bahwa KCJB atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya VIP Class, First Class, dan Second Class. Selain itu gerbor khusus tersedia untuk penumpang dengan disabibilitas yang lebih luas.

Baca Juga : 460 Ribu Tiket Kereta Mudik Keberangkatan H-7 Lebaran 2023 Ludes Terjual

Sedangkan, Chandra Dwiputra, CEO PT KCIC mengungkapkan tarif KCJB perlu dikaji.

Harga tiket berkisar dari sekitar 16 dolar Amerika atau sekitar Rp 237.824 (kurs Rp 14.864) sampai Rp 300.000 ribu untuk penumpang Second Class.

Hal tersebut, sebagaimana diketahui dalam keterangan tertulisnya.

Chandra menjelaskan bahwa berdasarkan hasil kajian, nilai kelayakan (potensial) KCJB mulai dari 16 dolar Amerika. Tapi tentunya penetapan tarif secara resmi akan diputuskan nanti setelah kajian yang komprehensif ketika KCJB bertindak dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti ekonomi daya beli masyarakat pada 2021 dan tentu setelah persetujuan dari kebijakan kerja sama (stakeholder).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link