Beranda / News

Windy Idol Penuhi Panggilan KPK, Bantah Tuduhan Kelola Aset Hasil Suap Hasbi

news.terasjakarta.id - Selasa, 30 Mei 2023 | 14:18 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Windy Idol penuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap pengurusan perkara MA. (foto: Twitter @hongkylie)

Windy Idol penuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap pengurusan perkara MA. (foto: Twitter @hongkylie)

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Windy Idol penuhi panggilan KPK terkait kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Windy hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi pada Senin, 29 Mei 2023.

Finalis Indonesian Idol 2014 dengan nama lengkap Windy Yunita Ghemary ini diduga ikut mengelola aset hasil korupsi tersebut.

Baca Juga : KPK Geledah Kantor Kemensos Terkait Korupsi Bansos Beras, Penyidikan Berlangsung 8 Jam

Menurut keterangan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri pada Selasa, 30 Mei 2023, Windy diperiksa terkait penjelasan dan pengetahuan saksi atas dugaan penerimaan sejumlah uang dari pihak terkait.

Dalam pemeriksaan ini, Windy memberikan klarifikasi terkait dugaan dirinya mengelola aset hasil korupsi.

Windy mengakui bahwa ia mengenal Sekretaris MA Hasbi Hasan yang merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara.

Baca Juga : Jadi Tersangka, KPK Geledah Rumah Mewah Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono di Cibubur

Dalam pengakuannya, Windy pernah terlibat kerja sama dengan Hasbi pada kegiatan rumah rekaman Athena Jaya Production.

Meski begitu, Windy membantah bahwa ia terlibat dalam kasus suap yang menjerat Hasbi.

Ia juga meminta agar tidak menghubungkan dirinya dengan kasus Hasbi dan memikirkan perasaan dirinya dan keluarga.

Baca Juga : Ditahan KPK, Pengacara Lukas Enembe Batal Jadi Caleg Perindo

Di sisi lain, KPK mengeluarkan perintah pencegahan untuk pergi ke luar negeri kepada Windy.

Windy dilarang untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan mulai 12 Januari 2023.

Ia mengaku sempat sempat mengurus visa untuk pergi ke luar negeri sampai akhirnya menjadi saksi kasus suap ini.

Menurutnya kasus ini adalah kasus yang besar sehingga ia tidak diperkenankan pergi ke luar negeri agar dapat mengikuti proses penyelidikan secara kooperatif.

Sementara itu, Hasbi Hasan dan Mantan Komisaris Independen Wijaya Karya (Wika) Beton Dadan Tri Yudianto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Baca Juga : Pengacara Lukas Enembe Ditahan KPK, Ini Pelanggaran Hukum Stefanus Roy Rening

Hasbi juga telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh KPK pada Rabu, 24 Mei 2023 lalu.

Meski Hasbi dan Dadan telah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya tidak ditahan dan telah dibebaskan.

Namun, KPK mengeluarkan perintah agar Hasbi dan Dadan tidak bisa bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

Menurut KPK, Hasbi dilarang untuk keluar negeri terhitung mulai 9 Mei 2023 sampai 9 November 2023.

Baca Juga : Kepala Dinkes Lampung Reihana Diperiksa KPK Klarifikasi LHKPN Terkait Flexing

Sementara Dadan dilarang untuk bepergian ke luar negeri mulai tanggal 12 Januari 2023 sampai 12 Juli 2023.

Di samping itu, KPK juga telah mengungkapkan dugaan aliran uang Rp11,2 miliar ke Hasbi dan Dadan terkait pengurusan perkara nomor 326 K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman selaku Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.

Selanjutnya, Hasbi dan Dadan telah mengajukan gugatan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar bisa terlepas dari status sebagai tersangka.

Termasuk dalam kedua tersangka tersebut, KPK juga telah menetapkan 17 tersangka.

Baca Juga : Pengacara Lukas Enembe Dijadikan Tersangka oleh KPK, Ini Perannya!

Di antara ketujuh belas tersangka tersebut, dua tersangka masih belum diungkap identitasnya.

KPK mengungkapkan akan membuka identitas dua tersangka termasuk perannya dalam kasus suap ini setelah penyelidikan selesai dan alat bukti dinyatakan lengkap.

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, kelengkapan alat bukti menjadi prioritas utama sehingga terus diupayakan mengumpulkan alat bukti.

Baca Juga : Wali Kota Bandung Yana Mulyana Terjaring OTT KPK, Dugaan Suap Program Bandung Smart City

Sejauh ini, tersangka yang telah diumumkan identitasnya berasal dari kalangan hakim, ASN, debitur koperasi, ketua pengurus Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar, dan pengacara.

Dari kalangan hakim di antaranya, Hakim Yustisial nonaktif Edy Wibowo (EW), Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh (GS), Hakim Yustisial nonaktif Prasetio Nugroho (PN), Redhy Novarisza (RN) selaku staf Gazalba Saleh, Hakim Agung nonaktif Sudrajat Dimyati (SD), serta Hakim Yudisial nonaktif atau Panitera Pengganti Elly Tri Pangestu (ETP).

Kemudian, dua aparatur sipil negara (ASN) Kepaniteraan MA di antaranya Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH) serta dua ASN MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Baca Juga : KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti, Uang Miliaran Rupiah Disita

Ditambah lagi dengan dua pengacara pengacara Yosep Parera (YP) dan pengacara Eko Suparno (ES).

Selanjutnya, debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT), debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS), serta Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar Wahyudi Hardi (WH).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link