Beranda / News

Info Biaya Visum Pemukulan di Puskesmas dan Rumah Sakit untuk Lapor Polisi

news.terasjakarta.id - Jumat, 23 Juni 2023 | 16:20 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Visum

Visum pemukulan bisa dilakukan di Puskesmas maupun Rumah Sakit. (foto: Pixabay)

Penulis : Cahyono
Editor : Cahyono

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Visum sangat penting dilakukan bagi korban kekerasan seperti pemukulan dan penganiayaan lainnya.

Hasil visum diperlukan saat korban penganiayaan membuat laporan kepolisian. 

Dalam artikel ini akan dijelaskan terkait besaran biaya visum, pengertian dan jenis visum, dan prosedur melakukan visum. 

Baca Juga : Bocah SD Tewas Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Ini Kronologinya

Mungkin bagi sebagian orang belum tahu besaran biaya visum. Ternyata biaya visum tidak lah mahal, bisa dijangkau semua kalangan.

Penting diperhatikan, bagi korban kekerasan, visum dapat dijadikan alat bukti kuat saat membuat laporan kepolisian terkait kasus penganiayaan.

Bagi korban pemukulan atau penganiayaan lainnya sebaikanya segera melakukan visum sebelum lima hari setelah kejadian.

Pemeriksaan visum sebenarnya masih bisa dilakukan pada korban kekerasan yang sudah lewat lebih dari lima hari atau dalam hitungan minggu, bulan, bahkan hitungan tahun.

Baca Juga : AKBP Achiruddin Hasibuan Beri Rp1 Juta ke Ken Admiral Usai Dianiaya Aditya, Anggap Masalah Selesai

Namun, hasil visum mungkin tidak seakurat pemeriksaan yang dilaksanakan kurang dari 5 hari sesudah kejadian.

Pengertian Visum dan Jenisnya

Visum merupakan pemeriksaan untuk mengecek kondisi kesehatan korban kekerasan, baik fisik maupun mental.

Baca Juga : Suami Ibu Meninggal Peluk Bayi Jadi Tersangka, Autopsi Temukan Tanda Penganiayaan

Prosedur visum terbagi menjadi dua yakni visum et repertum dan visum et repertum psikiatrikum.

Visum et repertum yakni laporan tertulis dari dokter atas permintaan penyidik.

Laporan tertulis itu berisi hasil pemeriksaan kedokteran forensik pada korban kekerasan, baik yang hidup maupun sudah meninggal.

Baca Juga : AKBP Achiruddin Dipecat Tidak Hormat dan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Ditahan 30 Hari

Visum et repertum untuk orang meninggal yakni berupa pemeriksaan luar dan dalam jenazah atau autopsi.

Sementara Visum et repertum psikiatrikum yakni keterangan tertulis dari dokter spesialis kesehatan jiwa terkait hasil pemeriksaan kesehatan psikologis seseorang.

Proses Visum et repertum psikiatrikum dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk kepentingan penegakan hukum.

Bagi korban pemukulan atau penganiayaan masuk pada Visum et repertum.

Baca Juga : David Ozora Korban Penganiayaan Mario Dandy Pulang Hari Ini, Kondisinya Cukup Baik

Korban kekerasan biasanya didampingi pihak kepolisian atau diberi surat pengantar kepolisian saat melakukan visum.

Visum bisa dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit.

Prosedur Visum Pemukulan

Pemeriksaan umum kesehatan terhadap fisik, meliputi denyut nadi, tekanan darah, bukti kekerasan, luka yang terlihat, atau infeksi penyakit kelamin.

Baca Juga : Ogah Ditilang, Pemuda Pukul Polantas di Simpang Plumpang Jakut, Berujung Ditangkap Polisi

Pada pemeriksaan ini, korban akan diminta menceritakan kronologis kejadian dan luka lebam akibat pemukulan.

Nantinya, petugas kesehatan akan fokus memeriksa kondisi luka, mulai letak luka, ukuran luka, sifat derajat luka, dan lainnya.

Kemudian petugas akan mencatat pemeriksaan tersebut untuk dianalisis.

Kemudian dokter akan menanyakan seputar riwayat penyakit, obat yang biasa dikonsumsi, maupun pertanyaan lain terkait kondisi kesehatan.

Baca Juga : Viral! Pria Pukul Pemobil di SPBU Daan Mogot, Tak Terima Ditegur saat Serobot Antrean

Pemeriksaan internal dibutuhkan, jika dicurigai ada luka atau cedera pada bagian dalam tubuh.

Jika didapati luka atau cedera dalam maka dokter akan melakukan pemeriksaan internal.

Contoh visum yang dilakukan bisa berupa pemeriksaan kehamilan, patah tulang, pendarahan, dan cedera lainnya.

Baca Juga : Sosok Kombes Sumardji, Manajer Timnas U 22 yang Kena Pukul di Laga Indonesia vs Thailand

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan forensik untuk mencari jejak DNA pelaku penganiayaan, seperti cairan ejakulasi, bercak, rambut, dan lainnya.

Kondisi psikis korban juga akan diperiksa untuk mencari tahu apakah ada tanda-tanda gangguan psikis seperti trauma, depresi, dan lainnya.

Pelaporan hasil hasil visum bakal langsung diberikan pada penyidik yang menangani kasus kekerasan tersebut.

Namun, korban maupun pendampingnya seperti keluarga atau teman dekat bisa mendapatkan salinan hasil visum berupa rangkuman keterangan dengan mengajukan permohonan secara tertulis.

Baca Juga : Polisi Buru Pelaku Pemukulan di SPBU Daan Mogot, Periksa CCTV hingga Saksi

Rangkuman hasil visum ini bisa digunakan sebagai berkas rujukan maupun kepentingan lain.

Setelah hasil visum diperoleh, korban mungkin akan disarankan untuk menjalani perawatan lanjutan atau penanganan medis lainnya agar jika diperlukan.

Jika diperlukan, korban juga akan mendapatkan pendampingan secara psikologis.

Baca Juga : Pelaku Pemukulan di SPBU Daan Mogot Ternyata Pakai Pelat Kendaraan Palsu

Biaya Visum Pemukulan di Puskesmas dan Rumah Sakit

Sayangnya, tidak semua fasilitas kesehatan memberlakukan gratis untuk biaya visum.

Lalu berapa biaya visum? Berikut info biaya visum pemukulan di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Biasanya untuk keperluan perkara pidana biaya visum ditanggung oleh negara.

Namun, beberapa daerah menetapkan biaya visum untuk keperluan pribadi baik di puskesmas maupun di rumah sakit.

Baca Juga : Alasan Sayang, Ibu Rahasiakan Sering Dianiaya Anaknya, dari Digetok Palu hingga Ditusuk Obeng

Setiap fasilitas kesehatan tentunya mematok biaya visum berbeda-beda.

Untuk info biaya visum pemukulan di Puskesmas dan Rumah Sakit berkisar Rp32.000 - 700.000.

Demikian onvormasi terkait biaya visum pemukulan di Puskesmas dan RUmah Sakit. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link