Beranda / News

Aplikasi E-Commerce Jombingo Diblokir, Operasi Tidak Sesuai Izin dan Rugikan Masyarakat

news.terasjakarta.id - Minggu, 9 Juli 2023 | 02:00 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
jombingo,penipuan,scam

Viral Jombingo diduga lakukan penipuan modus skema ponzi berkedok e-commerce. (ist)

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Aplikasi e-commerce Jombingo diblokir Satgas (Satuan Tugas) Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan.

Satgas yang sebelumnya dikenal dengan Satgas Waspada Investasi ini memblokir situs PT Bingoby Digital Kreasi.

Pemblokiran situs Jombingo ini dilakukan setelah melakukan rapat koordinasi pembahasan kegiatan PT Bingoby Digital Kreasi pada Selasa, 4 Juli 2023.

Baca Juga : Kasus Penipuan si Kembar Rihana Rihani: Tak Henti Senyum meski Ditangkap, Pindah Apartemen Pakai Airbnb

Rapat ini diikuti oleh anggota Satgas yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bank Indonesia (BI), Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Melalui siaran pers yang digelar Satgas pada Sabtu, 8 Juli 2023, Sekretariat Satgas Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan Hudiyanti mengungkapkan bahwa pihak Jombingo juga dipanggil untuk memberikan keterangan, tetapi tidak hadir tanpa pemberitahuan yang jelas.

Berdasarkan keterangan resminya, Jombingo beroperasi tidak sesuai dengan izin dan merugikan masyarakat.

Sementara itu, rapat koordinasi tersebut menemukan bahwa situs Jombingo sudah tidak aktif.

Baca Juga : Mengenal Skema Ponzi yang Jadi Modus Penipuan PO Iphone Si Kembar

Kendati demikian, Satgas merekomendasikan agar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melakukan penelusuran dan memblokir situs yang terkait dengan Jombingo demi mencegah kerugian masyarakat lebih luas.

Satgas juga merekomendasi agar menghentikan sementara kegiatan Joombingo yang nantinya ditindaklanjuti oleh Kementerian Perdagangan RI setelah proses pemeriksaan yang sesuai dengan standar diselesaikan.

Adapun Bareskrim Polri akan melakukan supervisi dan asistensi terhadap setiap laporan pengaduan terkait Jombingo.

Baca Juga : Viral! Penipuan iPhone oleh Si Kembar Rugi Rp35 Miliar, Polisi Langsung Selidiki

Lebih lanjut PPATK dan Bank Indonesia akan mendukung upaya penanganan dan penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan Jombingo.

Hudiyanto juga mengatakan bahwa pada rapat koordinasi ini, Satgas mendukung Kementerian Perdagangan RI untuk segera mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini.

Viral Aplikasi E-commerce Jombingo Rugikan Masyarakat hingga Rp80 Juta dengan Modus Penipuan Skema Ponzi

Sebelumnya, viral penipuan dengan modus skema ponzi berkedok aplikasi e-commerce rugikan masyarakat.

Platform e-commerce Jombingo beberapa waktu terakhir menjadi sorotan karena diduga melakukan penipuan atau scam.

Baca Juga : Jadi Buron! Polisi Bakal Jemput Paksa Si Kembar Penipuan iPhone Rp35 Miliar

Platform ini menggunakan modus skema ponzi yang bekerja dengan merekrut anggota sebanyak-banyaknya untuk melakukan investasi.

Setelah anggota berdatangan dan pengguna menginvestasikan uangnya dengan cara top up saldo dompet digital, kini aplikasi ini tidak dapat digunakan dan uang pengguna tidak dapat dicairkan.

Jombingo ini pun viral dengan banyaknya korban yang dirugikan.

Baca Juga : Viral! Penipuan iPhone oleh Si Kembar Rugi Rp35 Miliar, Polisi Langsung Selidiki

Salah satu korban yang terkena tipuan aplikasi Jombingo ini adalah seleb TikTok @satyasalsabila.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu dari banyaknya korban penipuan Jombingo hingga merugi sebesar Rp600 juta.

Melalui video yang diunggah pada 27 Juni 2023 lalu, Bila mengungkapkan bagaimana ia bisa tertipu aplikasi Jombingo.

Baca Juga : Jessica Iskandar Tulis Surat Terbuka, Minta Atensi Presiden Jokowi Soal Kasus Penipuan yang Dialaminya

Ia juga meminta agar pengguna TikTok yang melihat video tersebut membagikan kirimannya itu agar tidak ada korban lain yang berjatuhan.

Bila pun menjelaskan bahwa ia menginvestasikan uangnya ke Jombingo bulan lalu.

Alasan utama Bila terjebak penipuan skema ponzi ini adalah aplikasi ini telah memenuhi aspek legalitas.

Jombingo telah mendapatkan Perizinan Usaha Berbasis Risiko dengan mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (SIUPMSE) ber-Nomor Induk Berusaha (NIB) 1910220089092.

Baca Juga : Usai Ditangkap di Sulsel, Pelaku Penipuan Tiket Jastip Coldplay Diterbangkan ke Jakarta untuk Pemeriksaan

Perusahaan yang membuat Jombingo ini, PT Bingoby Digital Kreasi juga mendapatkan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang dapat dilihat di situs oss.go.id dengan status aktif dan status migrasi OSS RBA.

SIUPMSE ini merupakan surat izin bagi para pelaku usaha e-commerce.

Perusahaan ini juga memiliki kantor di berbagai kota, salah satunya di Jakarta yang beralamat di Gedung Graha Anugrah Lt. 6 Jl. Teluk Betung No.42, RT.4 / RW.1, Kb. Melati, Jakarta, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Baca Juga : Pelaku Penipuan Tiket Konser Coldplay Ditangkap di Sulsel, Polisi: Masih Ada Pelaku-pelaku Lain yang Terlibat

Jombingo juga telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dengan alamat situs jombingo.info dan jombingo.com di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Perusahaan ini terdaftar dengan nomor PSE 008714.01/DJAI.PSE/12/2022.

Bukan hanya itu, aplikasi ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Baca Juga : Usai Promotor Coldplay Diperiksa, Bareskrim Bakal Panggil Penjual Tiket Imbas Penipuan Jastip

Jombingo pernah mendapatkan penghargaan dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Pusat Ahmad Joehandi.

Begitu pula dengan Kepala Perindustrian dan Perdagangan Elizabeth Ratu yang hadir pada acara global conference Jombingo dan menyatakan dukungan penuh terhadap aplikasi e-commerce ini.

Lebih lanjut aplikasi ini bahkan mendapatkan sorotan dari media arus utama (mainstream) Indonesia.

Adapun Bila juga sempat menanyakan keamanan aplikasi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga : Apartemen Si Kembar Digeledah, Polisi Sita Buku Rekening

Namun, OJK menyatakan bahwa pengawasan aplikasi e-commerce seperti Jombingo ini tidak berada di bawah wewenangnya karena bukan Lembaga Jasa Keuangan di sektor perbankan, pasar modal, serta lembaga keuangan nonbank.

"Adapun kegiatan sektor perdagangan bernama Jombingo BUKAN merupakan kegiatan LJK," ungkap OJK tertulis dalam pesan balasan yang ditunjukkan Bila.

Dengan legalitas dan bukti-bukti ini, masyarakat termasuk Bila pun mempercayai keamanan aplikasi Jombingo.

Baca Juga : Si Kembar Penipu iPhone Rp35 Miliar Juga Tipu Keluarganya Sendiri

Bila lalu mengungkapkan jumlah korban Jombingo pada saat video tersebut diunggah mencapai 7000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah akumulasi kerugian korban Jombingo pun tercatat mencapai hampir Rp80 miliar.

Para korban pun bersama-sama membuat laporan ke Polda Metro Jaya serta membuat somasi sebanyak tiga kali, tetapi masih belum mendapatkan jawaban sama sekali dari pihak perusahaan Jombingo.

Bila juga mengaku telah membuat BAP di Polda Metro Jaya dan tengah mencari pengacara yang dapat membantu proses pengusutan penipuan aplikasi Jombingo ini.

Baca Juga : PPATK Temukan Mutasi Si Kembar Rihana-Rihani Mencapai Rp86 Miliar, Ada Dugaan Indikasi TPPU

Apa Itu Jombingo?

Jombingo merupakan platform jual-beli online atau e-commerce yang hampir sama dengan Shopee, Tokopedia, Blibli, atau platform lain.

Aplikasi ini berdiri pada awal tahun 2022 dengan mengunggulkan jual-beli barang murah dan kualitas tinggi.

Harga yang murah ini, menurut Jombingo, didapatkan karena pihaknya memiliki kontak langsung dengan supplier.

Baca Juga : Si Kembar Rihana-Rihani Terlihat Santai saat Diciduk Polisi di Apartemen Gading Serpong

Aplikasi ini didirikan oleh perusahaan PT Bingoby Berkat Bersama yang kemudian berganti menjadi PT Bingoby Digital Kreasi.

Aplikasi ini mengklaim sebagai platform belanja inovatif yang dapat meringankan biaya belanja dengan cara pembelian berkelompok yang biasa disebut group buy atau complete buy.

Pengguna juga dapat melakukan interaksi dengan pengguna lain yang memiliki kesamaan dalam membeli.

Baca Juga : Akhirnya! Si Kembar Rihana-Rihani Penipu iPhone Ditangkap di Gading Serpong

Sistem group buy ini dilakukan dengan mengajak anggota baru untuk bergabung di grup pembelian barang yang ditawarkan jauh lebih murah, tapi terbatas untuk satu orang anggota.

Setelah grup terbentuk, akan dilakukan pengundian untuk orang yang mendapatkan barang tersebut.

Pemenang undian pun mendapatkan barang yang ditawarkan dengan harga murah tersebut atau dapat menjual kembali barang tersebut ke pihak Jombingo sesuai dengan harga beli dan ditambah keuntungan 5 persen.

Baca Juga : Si Kembar Rihana-Rihani Tak Kunjung Tertangkap, Polda Metro Libatkan Tim Densus 88

Sedangkan untuk anggota yang tidak mendapatkan barang akan menerima kembali modal serta uang cashback mulai Rp10.000.

Mengutip dari berbagai sumber, Jombingo menawarkan konsinyasi kepada para anggotanya untuk menitipkan barang yang sudah dibeli di aplikasi untuk dijual kembali oleh sistem.

Syarat melakukan ini adalah dengan top up dana sesuai dengan harga barang yang dijual.

Baca Juga : Masuk DPO, Penipu PO Iphone si Kembar Rihana-Rihani Dicekal Keluar Negeri

Pengguna selanjutnya menunggu selama empat hari untuk mendapatkan modal kembali beserta keuntungan yang didapatkan.

Semakin besar harga barang, semakin besar pula keuntungan yang didapat.

Tidak berhenti di situ, Jombingo membuka program Sejuta Karyawan yang mengajak penggunanya merekrut anggota baru.

Baca Juga : Si Kembar Rihana Rihani Bakal Serahkan Diri ke Polda Metro Jaya Usai Kasih Pesan ke Korban

Apabila anggota baru tersebut aktif melakukan konsinyasi, perekrut pun mendapatkan keuntungan tersendiri.

Dengan begitu, anggota yang berhasil merekrut anggota baru ini akan naik jabatan menjadi leader atau admin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link