Beranda / News

Bule Ngaku Dipalak Rp15 Juta di Bandara Bali karena Paspor Kotor, Kemenkumham Lakukan Pendalaman

news.terasjakarta.id - Rabu, 12 Juli 2023 | 08:00 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Tanggapan Kemenkumham soal bule Australia diperas petugas Imigrasi di bandara Bali (Foto: Unsplash)

Tanggapan Kemenkumham soal bule Australia diperas petugas Imigrasi di bandara Bali (Foto: Unsplash)

Penulis : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Beberapa waktu lalu turis asal Australia mengaku diperas oleh petugas imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Turis atau bules asal Australia bernama Monique Sutherland ini mengaku diperas hingga Rp15,2 akibat paspornya yang kotor.

Monique Sutherland menyebut diminta menandatangani formulir biru tambahan saat check-in di konter Batik Air di Bandara Tullamarine di Melbourne.

Baca Juga : Unik! Kampung Bali Bangun Gapura dari 1000 Botol Air Mineral, Ditata Jadi Kawasan Unggulan

Usut punya usut, ternyata paspor yang dimiliki dan telah berusia tujuh tahun itu sedikit kotor. Namun, saat ia menyerahkan formulir tersebut di Imigrasi Bali, petugas menawarkan solusi dengan membayar biaya agar bisa lolos untuk masuk ke Bali.

Sutherland pun menolak untuk membayar karena paspornya yang tidak mengalami masalahdari negaranya.

Menanggapi pengakuan bule tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Anggiat Napitulu mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidaklah benar.

Anggiat memaparkan bahwa seluruh petugas imigrasi yang memeriksa bule Australia itu tidak melakukan pemerasan sama sekali.

Baca Juga : Viral! Orang Utan Masuk Kamar Bule Numpang Cuci Tangan Pakai Sabun hingga Minum Soda

Ia juga mengaku telah meminta keterangan dari tiga petugas Imigrasi yang memeriksa Sutherland bersama ibunya saat tiba di Bali,

Menurutnya, ketiga petugas bandara di Bali itu menjamin tidak adanya tindak pemerasan. Bahkan, ketiganya telah melakukan tanda tangan di atas materai.

Selain meminta keterangan kepada petugas hingga mereka melakukan tanda tangan di atas materai, Anggiat juga melakukan cara lain dengan melihat rekaman CCTV.

Baca Juga : Bule ODGJ yang Jalan Tanpa Busana di Sunter Bukan Orang Telantar, Dinsos: Sudah Kembali ke Keluarganya

"Bahkan, kami bisa melihat CCTV-nya. Tidak ada (pemerasan)," kata Anggiat.

Kemenkumham Lakukan Pendalaman Petugas Bandara Diduga Memeras Bulu

Kendati demikian, Anggiat menegaskan hingga kini pihaknya masih mendalami pengakuan Sutherland yang diperas oleh petugas bandara.

Baca Juga : Ngeri! 14 Orang di Bali Digigit Anjing Liar, Dinkes Langsung Suntik Vaksin Antirebies

Sementara itu, Sutherland diketahui diperiksa saat tiba di Bali bersama ibunya pada Senin, 5 Juni 2023.

Dituturkan bule tersebut sempat didampingi oleh pihak maskapai ketika diperiksa oleh petugas Imigrasi.

Setelah itu, paspor miliknya dicap dan ia diperbolehkan untuk masuk ke Bali.

Anggiat juga mengaku telah mencoba untuk menghubungi Sutherland melalui akun media sosial, salah satunya Twitter. Namun, sayangnya usaha tersebut tidak mendapatkan hasil.

Baca Juga : Bikin Ulah Lagi, Bule di Bali Jadi Sopir Angkot Ditangkap Polisi

Menurutnya, penjelasan dari Sutherland sangat diperlukan agar pihaknya bisa menyimpulkan kejadian secara objektif.

Sandiaga Uno Minta Masyarakat Tak Langsung Menyimpulkan

Disisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno juga ikut menanggapi dugaan pemerasan tersebut.

Baca Juga : Duh! Bule Prancis Ngaku Dilecehkan Pegawai Homestay di Bali, Lagi Tidur Digerayangi

Sandiaga Uno meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu buru-buru dalam menyimpulkan kasus tersebut.

Sebab, apabila salah dalam menginterpretasinya maka akan berdampak buruk bagi citra pariwisata.

Meski hingga saat ini dugaan kasus pemerasan tersebut masih diselidiki, ia menyebut akan ada sanksi yang diberikan apabila hal itu benar terjadi.

Tak ada yang bisa mentolerir kegiatan pemerasan di dunia pariwisata Indonesia.

Baca Juga : Kapolda Bali Pidanakan Penyebar Video Bule Nakal: Masyarakat Tidak Boleh Sembarangan Memviralkan

Kronologi Dugaan Bule Australia Ngaku Diperas Petugas Imirgasi Rp15 Juta

Sebelumnya, Monique Sutherland menyebut diminta menandatangani formulir biru tambahan saat check-in di konter Batik Air di Bandara Tullamarine di Melbourne.

Usut punya usut, ternyata paspor yang dimiliki dan telah berusia tujuh tahun itu sedikit kotor.

Baca Juga : Viral! Waria asal Toraja Dinikahi Bule Jerman, Netizen Doakan Cepat Dapat Momongan

Bule Australia mengaku histeris dan ketakutan saat para petugas Imigrasi tertawa sambil berbicara bahasa Indonesia.

Menurutnya, mereka mengancam akan mendeportasinya akibat memasuki Indonesia dengan paspor rusak.

Hingga petugas Imigrasi pun menawarkan solusi agar diizinkan untuk menginjakkan kakinya di Bali dengan syarat membayat Rp15,2 juta.

Mendengar hal tersebut, Shutherland pun menolak dan enggan membayar karena paspor yang dimilikinya tidak bermasalah dari negaranya dan masih bisa digunakan.

Baca Juga : Sandiaga Uno Prihatin soal Bule Tak Hargai Adat dan Bikin Ulah di Bali

Lebih lanjut, ia pun menyebut petugas Imigrasi beralih kepada ibunya dan menyampaikan kalimat berupa tidak akan mengembalikan paspor apabila tidak membayar denda.

Mau tak mau, Sutherland pun akhirnya membayar denda yang diminta dan keluar dari bandara tanpa interogasi lebih lanjut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link