Beranda / News

36.000 Peserta Jambore Pramuka Dunia di Korsel Dievakuasi Hari Ini Imbas Ancaman Badai Topan Khanun

news.terasjakarta.id - Selasa, 8 Agustus 2023 | 09:56 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Jambore Pramuka di Korea Selatan

Sekitar 36.000 peserta dari Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korsel telah dievakuasi dari lokasi perkemahan imbas ancaman Badai Topan Khanun. (foto: YouTube Arirang News)

Penulis : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Sekitar 36.000 peserta dari Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korsel telah dievakuasi dari lokasi perkemahan pada hari ini Selasa, 8 Agustus 2023 pukul 10.00 waktu setempat atau 08.00 WIB.

Kim Sung Ho selaku Wakil Menteri untuk Manajemen Bencana dan Keselamatan Korea Selatan meyampaikan bila puluhan ribu peserta Jambore dari total 156 negara dievakuasi imbas ancaman dari Topan Khanun.

Mengutip dari AFP, diketahui pemerintah setempat akan mengerahkan setidaknya 1.000 bus untuk direlokasikan kepada para anggota pramuka dan juga perkemahan yang sebentar lagi akan ditutup usai semua peserta dievakuasi.

Baca Juga : Topan Khanun Ancam Korea Selatan, Peserta Jambore Pramuka Dunia Bakal Dievakuasi

Sementara itu, Badan Cuaca Korsel sudah mengeluarkan peringatan jika Badai Khanun diperkirakan akan membawa angin kencang serta hujan lebat di Semenanjung Korea.

Termasuk juga angin yang datang dengan kecepatan maksimum sampai 44 meter per detik.

Kecepatan angin itu juga cukup kuat yang bisa membuat kereta yang melaju tergelincir.

Baca Juga : Jokowi Pertahankan Kontingen Pramuka Indonesia di Jambore Dunia Korsel: Tidak Membahayakan, Monitor!

Hal itu membuat Kantor Kepresidenan Korea Selatan di Seoul telah memberikan saran supaya puluhan ribu anak muda dari peserta Jambore Dunia ini akan direlokasikan ke Seoul.

Kim Sung Ho juga menjelaskan bila pihaknya akan melakukan yang terbaik untuk bisa amankan akomodasi untuk para peserta dan juga pastikan jika program ini akan tetap berlanjut selama waktu yang tersisa.

Sebelumnya, pihak penyelenggara Jambore Pramuka Dunia juga bersikeras acara akan tetap berlangsung.

Baca Juga : Rencana Darurat Disiapkan untuk Kontingen Jambore Indonesia yang Bertahan di Korea Selatan saat Cuaca Ekstrem

Tetapi pad Senin, 7 Agustus 2023 Organisasi Gerakan Kepanduan Dunia mengungkapkan jika Otoritas Seoul sudah memberitahu bahwa pemulangan akan dilakukan lebih awal untuk semua peserta akibat dampak yang diperkirakan berasal dari Badai Topan.

"Kami mendesak Pemerintah untuk mempercepat rencana keberangkatan dan menyediakan semua sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk para peserta selama mereka tinggal dan sampai mereka kembali ke negara asal mereka," ujar organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Lalu, Seoul pun segera membuat keputusan unutk mengevakuasi dan menutup perkemahan dengan banyak pertimbangan akibat Badai Khanun yang makin mendekat.

Baca Juga : Panas Terik! 600 Peserta Jambore Pramuka di Korea Selatan Pingsan di Lokasi Perkemahan

Menteri Gender Kim Hyun Sook juga turut menyampaikan bila pihaknya juga pertimbangkan kecemasan dan kekhawatiran dan permintaan dari seluruh badan pramuka dunia dan negara-negara yang ikut berpartisipasi.

Selain itu, Kim Hyun Soo juga menambahkan bila jambore hanya akan dipindahkan lokasi karena dampak bencana alam itu.

Tak hanya itu,pemerintah juga akan janjikan jadwal tur budaya dan konsel K-Pop sebelum acara resmi ditutup pada tanggal 12 Agustus 2023.

Baca Juga : Ribuan Peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan Tumbang imbas Gelombang Panas, Ditemukan Pasien Covid-19

Peserta Jambore RI Turut Dievakuasi Imbas Ancaman Badai Khanun

Di sisi lain, peserta Jambore dari Indonesia juga sudah mulai dievakuasi.

Menteri Luar Negeri Reno Marsudi turut menyampaikan bila peserta Jambore Dunia dari Indonesia akan dipindahkan ke wilayah lain yang aman.

Hal ini dilakukan lebih cepat dari rencana awal akibat adanya peringatan adanya Badai Khanun yang terjadi sekitar tanggal 9 sampai 10 Agustus 2023.

Baca Juga : Ribuan Peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan Tumbang imbas Gelombang Panas, Ditemukan Pasien Covid-19

Retno juga menyatakan bila peserta dari Indonesia rencananya akan dipindahkan sekitar siang atau sore hari pada Selasa, 8 Agustus 2023.

Retno pun menambahkan bila tim dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan akan bantu semua proses pemindahan dengan carikan beberapa bus dan lainnya.

Walau rencana lokasi pemindahan sedang dibicarakan dengan otoritas pemerintah Korea Selatan.

Baca Juga : Makna Logo dan Tema Hari Pramuka 2023, Peringatan ke-62 Tahun

"Tim sudah bertindak cepat, baik dari Pramuka itu sendiri yang dibantu tim KBRI juga. Kita doakan saja supaya proses pemindahan itu akan berjalan lancar dan anak-anak selamat," kata Retno.

Akan tetapi, Retno telah menegaskan bila delegasi dari Indonesia belum akan dipulangkan ke Tanah Air. 

Sebab, sekitar 1.500 peserta dari Indonesia akan tetap mengikuti acara tahunan tersebut.

Baca Juga : Hari Pramuka Nasional Diperingati Setiap 14 Agustus, Begini Sejarah Lengkapnya

Sebelumnya, diketahui bila ditengah-tengah acara Jambore Pramuka Dunia yang digelar di Saemangeum, Korea Selatan telah terjadi cuaca yang ekstrem melanda tempat tersebut hingga di atas 33 derajat dan menelan 400 korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link