Beranda / News

PJJ Sekolah di Jakarta Berlaku 28 Agustus 2023 untuk Tekan Polusi Udara, Terapkan Kapasitas hanya 50 Persen

news.terasjakarta.id - Jumat, 18 Agustus 2023 | 13:35 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
PJJ Sekolah di Jakarta

PJJ Sekolah di Jakarta berlaku mulai 28 Agustus untuk menekan polusi udara yang buruk hanya akan diterapkan dengan kapasitas 50 persen. (foto: jakarta.go.id)

Penulis : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh untuk sejumlah siswa di sekolah Jakarta akan diterapkan mulai tanggal 28 Agustus 2023.

Hal ini diketahui bahwa adanya polusi udara di Jakarta yang makin memburuk sehingga KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencoba mengusulkan penerapan tersebut.

Lantaran, polusi udara Jakarta dinilai dapat menyebabkan anak-anak jauh lebih rentang terserang penyakit dibandingkan dengan para orang dewasa.

Baca Juga : PJJ Sekolah di Jakarta Berlaku 28 Agustus untuk Tekan Polusi Udara, Berikut Aturannya! 

"Seruan banyak orang, agar orang dewasa WFH sangat baik ya, begitupun juga dengan anak-anak. Sambil menunggu udara di Jakarta normal kembali" ujar Jasra Putra selaku Wakil Ketua KPAI.

Di lain sisi, Jasra juga menyampaikan bahwa kesehatan anak saat ini sangat penting, dimana hal tersebut juga menjadi sebuah cita-cita Undang-Undang Kesehatan.

Dengan memiliki pengalaman dari PJJ dan WFH yang sudah pernah dilakukan, usulan itu dengan mudah bisa dijalani, mengingat pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Baca Juga : Sekolah di Jakarta Mulai PJJ Tanggal 28 Agustus untuk Tekan Polusi Udara di Jakarta

Penerapan PJJ Sekolah Jakarta hanya Kapasitas 50 Persen

Sementara itu, penerapan PJJ sekolah di Jakarta akan mulai berlaku tanggal 28 Agustus sampai 7 September 2023

Penerapan tersebut juga dilakukan seiring dengan adanya penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN.

Hal ini dilakukan guna untuk menunjang kelancaran rangkaian dari acara KTT ke-43 ASEAN.

Baca Juga : Aturan WFH di Jakarta selama KTT ke-43 ASEAN bagi Perusahaan Swasta, Wajibkah?

Hal ini pun disampaikan langsung oleh Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang juga mengatakan bahwa penerapan PJJ ini hanya dengan kapasitas sebesar 50 persen.

"Khusus KTT kita mulai, kalau DKI saya minta Pak Sekda mulai uji coba di 28 Agustus masuk (WFH dan WFO) yaitu 50-50 persen," uajr Heru.

Sementara, 50 persen lainnya seperti biasa akan mengikuti pembelajaran luring atau offline di sekolah.

Baca Juga : Hindari Macet, ASN Pemprov DKI Bakal WFH selama KTT ke-43 ASEAN 5-7 September 2023.

Tak hanya PJJ, Pemda DKI meminta kepada karyawannya untuk menerapkan WFH dan WFO 50-50 persen.

Plt Gubernur DKI Jakarta menyampaikan, bahwa akan ada uji coba terlebih dahulu sebelum WFH dan PJJ sekolah yang rencananya dilakukan selama 3 bulan.

"Kami coba dulu mungkin 3 bulan," kata Heru Budi.

Heru Budi mengatakan untuk teknis PJJ sekolah akan diatur oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Imbau Perusahaan Swasta dan ASN Terapkan WFH selama KTT ASEAN Berlangsung

Sedangkan karyawan swasta kebijakan WFH saat ini masih menjadi imbauan.

Heru Budi juga mengungkapkan kebijakan tersebut bagi karyawan swasta tergantung dengan kebijakan pemilik perusahaan.

Selain itu, aturan PJJ sekolah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link