Beranda / News

Sosok Imam Masykur Pemuda Aceh Korban Penganiayaan Paspampres hingga Tewas

news.terasjakarta.id - Selasa, 29 Agustus 2023 | 12:50 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link

Sosok Imam Masykur, pemuda Aceh yang dianiaya oleh oknum Paspampres hingga meninggal dunia. (Foto: Ist)

Penulis : Syifa Lulu Aulia
Editor : Syifa Lulu Aulia

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Imam Masykur pemuda asal Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, berusia 25 tahun menjadi korban penganiayaan oleh oknum Pasukan Pengaman Presiden (Pasmpampres) Praka RM dan dua oknum TNI lain.

Imam Masykur merupakan anak kedua dari empat bersaudara dan merupakan anak laki-laki satunya dalam keluarga.

Imam diketahui merantau ke Jakarta pada tahun 2011, selama merantau ia menetap di daerah Ciputat, Tangerang.

Ia merantau seorang diri selama 1,5 tahun, sedangkan orang tua semuanya dinggal di Aceh.

Baca Juga : Saksi Sebut Warga Aceh Diculik Oknum Paspampres saat Sedang Salat, Korban Diseret ke Luar Toko Kosmetik

Menurut kakak sepupu Imam Masykur, yakni Said Abdullah mengatakan korban adalah pria baik dan mempunyai masalah dengan orang lain.

"Almarhum orang yang bik dan tak punya masalah dengan orang lain" tutur Said.

Saat di Aceh, Imam Masykur disebut pria yang aktif dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat seperti membantu warga ketika tertimpa musibah dan aktif dalam kegiatan gotong royong.

Baca Juga : Kronologis Pemuda Aceh Tewas Dianiaya Oknum Paspampres, 3 Anggota TNI Jadi Tersangka!

Tak hanya itu, Said juga mengungkapkan selma hidupnya Imam tidak pernah memiliki hutang piutang dengan orang lain.

Imam Masykur hanya menempuh pendidikan sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi dengan alasan ingin bekerja.

Selama merantau, Imam bekerja menjalani bisnis kosmetik dan menjual berbagai obat-obatan di toko yang berukuran 3x5 meter.

Toko kosmetik yang dibuka oleh Imam tersebut diduga merupakan toko kosmetik ilegal yang terletak di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Baca Juga : Fakta Imam Masykur Korban Penganiayaan hingga Tewas oleh Oknum Paspampres: Sudah 2 Kali Diculik

Kronologis Pemuda Aceh Tewas Dianiaya Oknum Paspampres

Pemuda asal Aceh bernama Imam Masykur tewas dianiaya oknum Paspampres.

Komandan Pomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan, saat ini 3 oknum TNI sudah ditetapkan jadi tersangka kasus penganiayaan pemuda Aceh tersebut.

Saat ini 3 tersangka yang salah satunya oknum Paspampres berinisial Praka RM sudah ditahan di Pomdam Jaya.

Baca Juga : Panglima TNI Minta Oknum Paspampres Pelaku Penculik dan Pembunuh Warga Aceh Dihukum Mati

"Tersangka berjumlah 3 orang dan semuanya anggota TNI. Para tersangka sudah ditahan di Pomdam Jaya," kata Irsyad pada Senin, 28 Agustus 2023.

Irsyad menjelaskan kronologis pemuda asal Aceh tewas dianiaya oknum Paspampres.

Dikatannya, korban Imam Masykur membuka toko kosmetik ilegal di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Baca Juga : Terungkap! Ini Motif Oknum Paspampres Sadis Aniaya Warga Aceh hingga Tewas

Kemudian, para tersangka mengancam akan melaporkan usaha kosmetik ilegal ke pihak kepolisian.

Jika tak ingin dilaporkan, korban harus menyetor sejumlah uang ke tersangka. Namun, Imam menolaknya.

Kemudian oknum Paspampres dan kedua temannya yang merupakan anggota TNI menculik Imam pada Sabtu, 12 Agustus 2023.

Oknum Paspampres dan dua anggota TNI tersebut menganiaya Imam lalu meminta tebusan Rp50 juta ke keluarga korban.

Baca Juga : Sanksi Paspampres Aniaya Pemuda Aceh hingga Meninggal, Bakal Dipecat dan Maksimal Dihukum Mati

"Mereka minta Rp 50 juta tadi nggak dipenuhin, kan, akhirnya siksa terus. Pada saat disiksa, mungkin penyiksaan itu berat, akhirnya meninggal," terang Irsyad.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono mengatakan jika Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

"Panglima TNI prihatin dan akan mengawal kasus ini agar pelaku dihukum berat maksimal hukuman mati, minimal hukuman seumur hidup," kata Julius.

Baca Juga : Panglima TNI Minta Oknum Paspampres Pelaku Penculik dan Pembunuh Warga Aceh Dihukum Mati

Dia memastikan Praka RM bakal dipecat dari instansi TNI.

"Pasti dipecat dari TNI karena termasuk tindak pidana berat, melakukan perencanaan pembunuhan," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link