Beranda / News

Polusi Udara Jakarta Pagi Hari Ini 31 Agustus 2023 Peringkat 2 Dunia, Tidak Sehat!

news.terasjakarta.id - Kamis, 31 Agustus 2023 | 09:00 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Polusi udara Jakarta

Polusi udara Jakarta hari ini Kamis, 31 Agustus 2023. (Foto: Freepik)

Penulis : Syifa Lulu Aulia
Editor : Syifa Lulu Aulia

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Kota DKI Jakarta menempati peringkat 2 kualitas udara atau polusi udara tertinggi di dunia per tanggal 31 Agustus 2023.

Mengutip dari laman IQAir pukul 08.00 WIB, indeks polusi udara di Ibu Kota tercatat di angka 183 dan menempati urutan kedua kategori udara tidak sehat di dunia.

Konsentrasi polutan Jakarta hari ini adalah PM 2,5 (113µg/m) atau partikel udara berukuran kecil 2,5 mikrometer.

Konsentrasi tersebut 23,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

Baca Juga : Jokowi Ancam Bakal Tutup Industri Nakal yang Sebabkan Polusi Udara Jakarta: Pasti!

Sedangkan suhu Jakarta hari ini berada di angka 26 derajat celcius dengan kelembapan udara 76 persen angin 5,5 km/h dan tekanan 1014 mbar.

Data IQAir polusi udara di Indonesia pagi hari ini Kamis, 31 Agustus 2023 per pukul 08.00 WIB. (Foto: IQAir)

Data IQAir polusi udara di dunia pagi hari ini Kamis, 31 Agustus 2023 per pukul 08.00 WIB. (Foto: IQAir)

Dari data yang dilaporkan IQAir, Kota Jakarta menduduki peringkat kedua dalam katogori kulitas udara terburuk di dunia.

Kendati demikian, jika diurutkan dalam peringkat kota di Indonesia, Jakarta menempati urutan ketiga polusi udara tertinggi diseluruh kota Indonesia.

Baca Juga : Polusi Udara Jakarta Terus Memburuk, Presiden Jokowi: Perlu Waktu, Enggak Bisa Langsung

Peringkat pertama diduduki oleh Kota Tangerang Selatan, diman US air quality tercatat lebih tinggi dibandingkan Jakarta yakni 196.

Konsentrasi polutan di Kota Tangerang Selatan saat ini berada di PM 2,5 atau 28.4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

Suhu dikota tersebut tercatat diangka 27 derajat celcius dengan kelembapan 70 persen, angin 5.5 km/h dan tekanan 1012 mbar.

Kemudian peringkat kedua berada di Kota Depok dengan tercatat US air quality berada di angka hampir sama dengan Tangerang Selatan yakni 195.

Baca Juga : Tak Ada Perubahan! Polusi Udara Depok Masih Tinggi Dibandingkan Jakarta

Konsentrasi polutan PM2.5 di Kota Depok saat ini 28.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

Saat ini Kota Depok memiliki suhu 25 derajat celcius dengan kelembapan 75 persan, angin 5.5 km/h dan tekanan 1012 mbar.

Tiga kota tersebut berada di kategori indeks Tidak Sehat, yang artinya kualitas udara kota-kota tersebut sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Gantikan Jakarta dan Tangerang, Polusi Udara di Depok Masih Paling Buruk di Indonesia

Dengan begitu, IQAir menyarankan agar masyarakat mengenakan masker dan mengambil langkah pencegahan lain untuk terhindari dari dampak negatif polusi udara.

Tanggapan Jokowi Polusi Udara Jakarta yang Kian Memburuk

Perlu diketahui, Jakarta juga menjadi kota peringkat 10 besar paling tercemar di dunia.

Menanggapi hal tesebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa untuk mengatasi polusi udara dibutuhkan waktu.

Sehingga kualitas dan polusi udara yang buruk tak bisa langsung dapat diatasi.

Baca Juga : Tekan Polusi Udara Jakarta, Jokowi Minta DKI Percepat Transisi Kendaraan Listrik

"Memang perlu kerja total, kerja bersama-sama, tetapi memerlukan waktu, enggak bisa langsung," kata Jokowi saat mengunjugi SMKN 1 Semarang, Rabu, 30 Agustus 2023.

Jokowi mengatakan bahwa pemerintah telah mengerahkan segala upaya untuk mengatasi polusi udara.

Misalnya dengan melakukan modifikasi cuaca dan mengawasi emisi gas buang kendaraan pribadi.

Termasuk juga melakukan pengawasan gas buang atau emisi dari pelaku industri dan pembangkit listrik.

Baca Juga : Kurangi Polusi Udara dengan Penyemprotan Air dari Atas Gedung, Menteri LHK: Efektif!

Lebih lanjut, Jokowi menyebut bahwa untuk mengatasi polusi udara diperlukan kerja sama dengan masyarakat.

Misal, dengan adanya kampanye naik transportasi umum atau mengendarai kedaraan listrik.

Jokowi juga mengatakan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi karyawan swasta maupun ASN juga bisa dterapkan untuk atasi polusi udara.

Baca Juga : Tekan Polusi Udara, DLH DKI Wajibkan Industri yang Pakai Cerobong Asap Pasang Scrubber

Solusi-solusi yang telah disebutkan oleh Jokowi tersebut memang membutuhkan waktu untuk dilaksanakan.

"Banyak yang akan kita kerjakan untuk menyelesaikan ini, tapi memang bertahap, bertahap," terang Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link