Beranda / News

Meski Demonstrasi Pro Palestina Pecah di Penjuru Dunia, Israel Makin Brutal Bombardir Gaza

news.terasjakarta.id - Minggu, 29 Oktober 2023 | 16:00 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link

Aksi demonstrasi pro Palestina terjadi di seluruh dunia. (foto: ist)

Penulis : Cahyono
Editor : Cahyono

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Meski gelombang protes pro Palestina telah pecah di penjuru dunia nyatanya, Israel makin brutal membombardir Gaza

Adapun gelombang demonstrasi pro Palestina tersebut terjadi di Indonesia, Malaysia, Swedia, Kyrgyzstan, Turki, Inggris, Perancis, hingga Amerika Serikat.

Para demonstran di seluruh dunia menuntut diakhirinya serangan Israel ke Gaza.

Baca Juga : Elon Musk Beri Akses Internet Gratis ke Gaza, Israel: Kami Akan Putuskan Hubungan dengan Starlink!

Dilansir Daily Mail hingga Voice of America pada Minggu, 29 Oktober 2023, Israel terus menggencarkan serangan di Gaza secara brutal. 

Teranyar, Israel bahkan dilaporkan menggunakan bom fosfor putih menyerang Gaza.

Diketahui bom fosfor putih berdasarkan Konvensi Jenewa 1980 telah dilarang secara internasional. 

Warga Gaza menggambarkan situasi malam di kotanya bak holocaust dan krematorium yang sesungguhnya.

Baca Juga : VIRAL Video Markas PBB Indonesia di Lebanon Kena Mortir Israel, Begini Kondisi para Kontingen

Serangan brutal Israel setidaknya menewaskan lebih dari 8 ribu warga Palestina.

Di mana korban tewas paling banyak merupakan anak-anak dan perempuan.

Sementara, korban tewas di kubu Israel dampak serangan Hamas pada 7 Oktober sebanyak 1.400 orang.

Baca Juga : PARAH Konflik di Gaza Palestina: 1 Anak Meninggal Per 15 Menit Akibat Serangan Israel

Karena serangan secara terus menerus yang digencarkan Israel pun memunculkan gelombang protes di seluruh penjuru dunia.

Di Indonesia, aksi unjuk rasa pro Israel terjadi pada Sabtu, 28 Oktober 2023.

Di mana pengunjuk rasa berbaris di depan Kedutaan Besar AS yang dijaga ketat.

Pengunjuk rasa menuntut diakhirinya perang dan pemboman di Jalur Gaza.

Baca Juga : Umat Muslim Dilarang Masuk Masjid Al Aqsa, NU dan Muhammadiyah hingga MUI Kompak Kecam Israel

Pengunjuk rasa tampak mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina, memenuhi jalan raya utama di Jakarta.

Sekitar 1.000 keamanan dikerahkan di sekitar kompleks Kedutaan Besar AS tersebut.

Sedangkan di Istanbul Turki, terlihat asap membubung tinggi ketika kembang api dinyalakan para demonstran yang berkumpul di depan Konsulat Israel.

Ratusan demonstran bersorak penuh semangat di ibu kota Turki menuntut dihentikannya serangan Israel.

Baca Juga : Netanyahu Sebut Serangan Brutal di Gaza Masih Permulaan, Politisi Israel: Kita Hancurkan Seperti Dresden!

Saat demontrasi terjadi di Ankara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai penjahat perang.

Di belahan dunia lain, demonstrasi juga terjadi di Denmark, Tunisia, dan Yordania tadi malam.

Dalam demontrasi tersebut, para pengunjuk rasa menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas dan belas kasihan terhadap nyawa yang hilang di Gaza.

Bahkan di luar Kedutaan Besar Perancis di Tunis, peti mati tiruan anak-anak ditempatkan di Alun-Alun Balai Kota Kopenhagen. 

Baca Juga : Makin Brutal! Israel Hancurkan 31 Masjid di Jalur Gaza Lewat Serangan Udara

Peti mati itu untuk melambangkan jumlah anak-anak Palestina yang meninggal.

Sementara di Inggris, puluhan ribu demonstran pro Palestina melakukan unjuk rasa di tengah hujan lebat di Ibu Kota London. 

Pendemo menuntut Israel menghentikan pemboman di Gaza.

Baca Juga : Jokowi: Indonesia Mengutuk Serangan Israel ke RS Al Ahli, Jelas Melanggar Hukum Humaniter Internasional

Di hari bantuan masuk Gaza, lebih dari 1 juta orang meninggalkan rumah mereka karena konflik tersebut.

Para pengunjuk rasa berkumpul di Marble Arch dekat Hyde Park London sebelum berbaris ke distrik pemerintah, Whitehall.

Polisi memperkirakan massa yang berunjuk rasa dan melintasi kota selama tiga jam terakhir sebanyak 100.000.

Pengunjuk rasa terlihat mengibarkan bendera Palestina sambil meneriakkan "Hentikan pengeboman di Gaza,".

Baca Juga : Konflik Palestina vs Israel Semakin Memanas, Harga Emas Dunia Malah Melejit Drastis

Para pendemo meminta diakhirinya serangan Israel usai serangan brutal ke Israel selatan oleh kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza.

Lalu ratusan orang yang berunjuk rasa pro Palestina juga berkumpul di Belfast dan di kota terbesar kedua di Irlandia Utara, Londonderry. 

Di mana pembicara pengunjuk rasa merupakan anggota parlemen Colum Eastwood dari Partai Sosial Demokrat dan Partai Buruh nasionalis Irlandia.

Baca Juga : Joe Biden Sebut Dalang Serangan ke RS Al Ahli Gaza adalah Hamas: Saya Lihat, Bukan Israel Pelakunya

Di Prancis, demonstran pro-Palestina pecah. Massa berkumpul di beberapa kota termasuk Marseille, Rennes, Montpellier, Dijon dan Lyon. 

Ribuan orang di alun-alun pusat terdengar meneriakkan "kita semua adalah warga Palestina".

Kemudian, di Jerman, hampir 7.000 orang mengambil melakukan demonstrasi damai pro Palestina hari Sabtu, 28 Oktober 2023 di Dusseldorf.

Para demonstran tampak membawa bendera Palestina dan spanduk yang menyerukan diakhirinya kekerasan dan agresi di Gaza. 

Baca Juga : Rumah Sakit Al Ahli Gaza Dibom Israel, Para Dokter Lakukan Konferensi di Hadapan Korban Tewas: Ini Genosida!

Aksi unjuk rasa juga pecah di Roma Italia, di mana ratusan orang memegang poster bertuliskan "Palestina, Roma bersamamu," dan "Tidak ada perdamaian sampai kita mendapatkan kebebasan."

Sementara di Kosovo yang mayoritas penduduknya Muslim, ratusan orang berjalan kaki dari masjid ke alun-alun Zahir Pajaziti di Pristina.

Aksi jalan kaki itu dilakukan setelah salat makan siang untuk menyatakan dukungan bagi warga Palestina.

Lalu di Australia, ribuan orang tampak melakukan unjuk rasa pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023 di pusat kota Sydney.

Baca Juga : Dampak Blokade dari Israel, Pengungsi di Gaza Krisis Air Bersih dan Terpaksa Gunakan Air Kotor!

Para pengunjuk rasa meneriakkan "Malu, malu Israel" dan "Palestina tidak akan pernah mati."

Demontrasi juga terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Di mana warga Palestina membakar ban dan melemparkan batu ke pos pemeriksaan militer Israel.

Pasukan keamanan Israel membalasnya dengan menembakkan gas air mata dan peluru tajam ke arah pengunjuk rasa.

Baca Juga : Tak Hanya Targetkan Palestina, Israel Kini Serang Lebanon, Bagaimana jika Hamas dan Hizbullah Berafiliasi?

Massa juga berkumpul di negara tetangga Israel di utara, Lebanon, Irak di perbatasan negara dengan Yordania.

Di Yordania sendiri unjuk rasa terjadi di kota-kota besar dan kecil. Tak hanya itu unjuk rasa juga pecah di seluruh Mesir, Malaysia, Maroko, Venezuela, dan Afrika Selatan.

Di New York AS, ratusan pengunjuk rasa dari kelompok Muslim, Yahudi dan lainnya tampak berbaris di kantor Senator AS Kristen Gillibrand di Manhattan. Mereka meneriakan "gencatan senjata sekarang."

Baca Juga : IKAPI Putuskan Batal Ikut ke Frankfurt Book Fair 2023: Direktur FBF Resmi Nyatakan Bela Israel

Polisi menangkap puluhan pengunjuk rasa yang memblokir Third Avenue di luar kantor Gillibrand dengan duduk di jalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link