Beranda / News

Jokowi Bangga Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi di UNESCO: Pengakuan Ini Kebanggaan bagi Segenap Bangsa

news.terasjakarta.id - Selasa, 21 November 2023 | 14:54 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Bahasa Indonesia, UNESCO

Jokowi bangga bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi UNESCO. (Foto: Twitter @jokowi)

Penulis : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Jokowi bangga usai Bahasa Indonesia berhasil menjadi bahasa untuk Konferensi Umum UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Keputusan ini ditetapkan melalui diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis pada Senin, 20 November 2023.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut keputusan penetapan hal tersebut.

Jokowi mengaku bangga atas ketetapan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi UNESCO.

Hal itu diketahui melalui unggahannya di X (Twitter) dengan mengunggah foto Sidang Umumm ke-42 UNESCO di Paris.

"Telah menetapkan secara aklamasi pengakuan atas Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi yang dapat digunakan dalam Sidang Umum lembaga tersebut," cuit Jokowi.

Baca Juga : Bangga! Bahasa Indonesia Diakui sebagai Bahasa Resmi ke-10 Konferensi Umum UNESCO

 "Pengakuan ini merupakan kebanggana bagi segenap bangsa Indonesia," imbuhnya.

Bahasa Indonesia Jadi Bahasa ke-10 UNESCO

Bahasa Indonesia kini menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi konferensi umum UNESCO bersama enam bahasa resmi PBB dan Bahasa Hindi, Italia, dan Protugis.

Enam bahasa resmi PBB yang diakui meliputi bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, dan Spanyol.

"Bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa pra kemerdekaan, khususnya melalui Sumpah Pemuda di tahun 1928," ujar Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO dikutip laman Kemlu.

"Dengan perannya sebagai penghubung antar etnis yang beragam di Indonesia, Bahasa Indonesia dengan lebih dari 275 juta penutur, juga telah melanglang dunia, dengan masuknya kurikulum Bahasa Indonesia di 52 negara di dunia dengan setidaknya 150.000 penutur asing saat ini," imbuhnya.

Baca Juga : SEVENTEEN Jadi Grup Kpop Pertama yang Tampil di UNESCO Youth Forum Prancis, Sampaikan Pidato Inspiratif!

Dengan demikian, ditetapkannya hal ini membuat Bahasa Indonesia bisa dipakai sebagai bahasa sidang dan dokumen-dokumen Konferensi Umum juga dapat diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Lebih lanjut, Dubes Oemar menyampaikan meningkatkan kesadaran terhadap bahasa Indonesia merupakan upaya global Indonesa untuk mengembangkan konektivitas antar bangsa.

Kemudian, untuk memperkuat kerja sama dengan UNESCO dan komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di tingkat internasional.

Ditegaskan olehnya penetapan ini juga akan berdampak positif terhadap perdamaian, keharmonisan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Tak hanya di tingkat nasional, hal ini juga memberikan dampak yang baik di seluruh dunia.

Baca Juga : Bukan Tempat Wisata, Sumbu Filosofi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Dunia UNESCO, Apa Itu?

Kronologi Pengusulan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi UNESCO

Pengusulan ini berawal dari diskusi antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis bersama Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia (Wadetap) untuk UNESCO pada Januari 2023.

Dalam diskusi tersebut, diakui bahwa bahsa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO.

Terkait adanya potensi tersebut kemudian disampaikan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Selanjutnya, diadakan pertemuan antara Wadetap untuk UNESCO, Kemlu, serta Kemendikbudristek pada 7 Februari 2023.

Baca Juga : Apa Arti Bahasa Gaul Cegil? Banyak Dipakai di Twitter hingga TikTok

Pertemuan tersebut membicarakan soal peluang dan strategi pengusulan bahasa resmi UNESCO dan dilanjutkan penyusunan naskah ajuan.

Maret 2023, perwakilan RI di Paris menyampaikan proposal nominasi Bahasa Indonesia kepada Sekretariat UNESCO.

Tujuannya, untuk bisa masuk ke dalam agenda sidang Dewan Eksekuti UNESCO pada 10-24 Mei 2023.

Proposal tersebut kemudian disetujui masuk agenda Sidang Umum ke-42 UNESCO pada 7-22 NOvember 2023.

Setelah itu, proses pengajuan berlanjut ke Sidang Umum UNESCO dengan mempresentasika proposal di hadapan Legal Committee pada 8 November 2023 di Kantor Pusat UNESCO di Paris.

Upaya Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan bahasa Indonesia merupakan salah satu implementasi amanat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaaan.

Baca Juga : Arti Kata 'Moots' Bahasa Gaul yang Viral di TikTok dan Twitter, Punya Kesamaan dengan Mutual!

Dalam Undang-Undang tersebut berbunyi:

“Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan."

Selain itu, usulan ini dilakukan sebagai upaya pengakuan resmi agar bahasa Indonesia bisa mendapatkan status bahasa resmi pada sebuah lembaga internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link