Beranda / News

Covid-19 JN.1 Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Sebut Alami Kenaikan tapi Aman Terkendali

news.terasjakarta.id - Rabu, 20 Desember 2023 | 09:59 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Covid-19 varian Eris

Covid-19 varian JN.1 terdeteksi di Indonesia. Kemenkes sebut alami kenaikan, tetapi masih terkendali. (foto: ist)

Penulis : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

JAKARTA,TERASJAKARTA.ID - Virus Covid-19 varian JN.1 dilaporkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terdeteksi di Indonesia.

Varian JN.1 merupakan sublineage dari BA.2.86. Terdapat empat kasus di Indonesia sebagaimana yang dihimpun data whole genome sequencing (WGS).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mencatatkan dari empat kasus, masing-masing satu kasus terindikasi di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Batam.

Baca Juga : 24 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Disiapkan Dinkes DKI, Antisipasi Lonjakan Kasus

"Iya benar JN.1 sudah ada di Indonesia," ujar Maxi.

Disampaikan kasus di Jakarta Selatan dan Timur ditemukan pada 17 November 2023 lalu.

Di wilayah Jakarta Utara ditemukan pada 23 November 2023. Sedangkan, untuk kasus di Batam teridentifikasi pada 13 Desember 2023 kemarin.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi mengatakan kasus varian JN.1 mengalami kenaikan, tetapi penanganannya masih terkendali.

Baca Juga : Vaksin Covid-19 Gratis di Jakarta: Jadwal, Lokasi, dan Syarat

Sebab, jumlah pasien yang dirawat di ICU tidak banyak.

"Jumlah yang dirawat di ICU masih nggak banyak, orang yang sakit saat ini masih belum membutuhkan ICU," kata Imran.

Imran menyebut, indikator penting yang diamati meliputi jumlah kasus, kebutuhan rawat inap, serta jumlah pasien yang memerlukan perawatan di ICU.

"Karena untuk melihat seberapa berbahaya Covid-19 ini kita melihat tiga aspek," ujar Imran.

"Mulai jumlah kasus, jumlah orang yang perlu rawat inap dan jumlah orang yang perly masuk ke ICU," sambungnya.

Meski begitu, saat ini tingkat kebutuhan ICU masih rendah.

Artinya, kasus infeksi varian JN.1 menandakan belum menyebabkan kondisi kritis yang signifikan.

Mitigasi Covid-19 Jelang Akhir Tahun 2023

Lebih lanjut, Imran menegaskan pentingnya untuk mitigas Covid-19.

Hal tersebut penting untuk dilakukan, terutama menjelang akhir tahun saat lonjakan kasus kerap terjadi saat masa libur Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya, pemerintah kini telah memberikan instruksi kepada rumah sakit untuk mempersiapkan pasokan oksigen serta obat-obatan yang diperlukan.

Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus dan memastikan sistem kesehatan siap untuk menghadapi tantangan yang kemungkinan akan muncul.

"Itu sudah kamj lakukan, sehingga kalau terjadi lonjakan (kasus Covid-19), kita nggak gagap," paparnya.

Kemenkes Imbau Masyarakat Lengkapi Vaksin Covid-19

Sementara itu, Maxi meminta masyarakat untuk segera melengkapi vaksin Covid-19 seiring varian JN.1 yang belakangan ini dikhawatirkan setelah disebut menjadi pemicu lonjakan kasus di sejumlah negara.

"Masyarakat diimbau untuk segera melengkapi dosis vaksin Covid-19," kata Maxi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melindungi diri dengan menerapkan penggunaan masker jika sakit atau pada tempat umum, terutama bagi lansia dan penyandang komorbid.

Ia juga memberikan imbauan agar masyarakat melakukan pemeriksaan jika sedang sakit fan memiliki gejala Covid-19.

"Segera periksakan diri jika sakit dan memiliki gejala Covid-19, seperti demam, batuk, pilek, sesak napas," tutur Maxi.

"Kalau tes Covid-19 positif, maka lakukan isolasi," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link