Beranda / News

Mengenang 19 Tahun Peristiwa Gempa dan Tsunami Aceh 2004 yang Telan Ratusan Nyawa

news.terasjakarta.id - Selasa, 26 Desember 2023 | 09:53 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Mengenang 19 Tahun Peristiwa Gempa dan Tsunami Aceh 2004 yang Telan Ratusan Nyawa

Mengenang peristiwa gempa dan tsunami yang melanda wilayah Aceh pada 19 tahun yang lalu, (Foto: djkn.kemenkeu.go.id)

Penulis : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Peristiwa gempa dan tsunami yang melanda wilayah Aceh sudah 19 tahun berlalu, tepatnya pada tanggal 26 Desember 2004 silam.

Peristiwa gempa dengan kekuatan M 9,3 tersebut mengguncang dasar Samudera Hindia yang menyebabkan ombak setinggi kurang lebih sekitar 30 meter ini menghantam pesisir serta permukiman warga.

Tak hanya itu, PBB telah melaporkan pada 4 Januari 2005, ada sebanyak 200 ribu jiwa dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Menurut PBB, tsunami Aceh 2004 ini tercatat sebagai salah satu bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi di wilayah Indonesia.

Sembari mengenang, berikut adalah kronologi kejadian dari peristiwa gempa dan tsunami yang mengguncang Aceh pada Desember 2004 silam.

Baca Juga : Gempa Bumi Magnitudo 4,7 Guncang Sukabumi Hari Ini Kamis 14 Desember 2023, Terasa hingga Depok dan Bogor

Kronologi Gempa danTsunami Aceh

Potret Masjid Raya Baiturrahman yang tidak tersapu oleh gelombang tsunami Aceh pada 2004 silam. (Foto: djkn.kemenkeu.go.id)

Potret Masjid Raya Baiturrahman yang tidak tersapu oleh gelombang tsunami Aceh pada 2004 silam. (Foto: djkn.kemenkeu.go.id)

Tak ada yang menduga pada Minggu, 26 Desember 2004 pagi akan terjadi sebuah bencana yang menelan ratusan jiwa.

Kala itu, di pagi hari semua penduduk Aceh masih beraktivitas seperti biasanya.

Akan tetapi, sekitar pukul 07.58 WIB terjadi gempa dangkal yang pusatnya berada di dasar Samudera Hindia dengan berkekuatan M 9,3.

Wilayah sumber gempa ini berjarak sekitar 149 kilometer di sebelah barat Meulaboh, Aceh dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Menurut ahli juga berpendapat bahwasannya gempa yang mengguncang Aceh ini menjadi salah satu gempa terbesar kelima yang pernah tercatat di sejarah kehidupan manusia.

Roger Bilham, selaku Profesor Ilmu Geologi University of Colorado menyampaikan pendapatnya jika gempa tersebut telah melepaskan energi yang setara dengan bom 100 gigaton.

Gempa Aceh ini berlangsung selama kurang lebih 10 menit hingga menyebabkan air laut jadi surut dan garis pantai mundur sampai ratusan meter.

Kemudian, gelombang ombak dengan tinggi capai 30 meter menyapu wilayah pantai Barat Sumatera serta pulau-pulau kecil yang aad di sekitarnya.

Gelombang tsunami ini datang dengan kecepatan sekitar 360 km per jam dan berhasil menyapu bersih daratan dan hancurkan permukiman penduduk.

Diketahui, ratusan ribu nyawa warga Aceh hanyut terbawa oleh ombak tersebut.

Tak hanya itu, bahkan Kapal PLTD Apung yang sebelumnya berada di laut juga ikut terseret ke tengah daratan sampai 5 kilometer dari kawasan perairan.

Penyebab Gempa dan Tsunami Aceh

Tidak hanya Indonesia, pantai-pantai yang berada di India, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Maladewa, Bangladesh, Somalia dan Kepulauan Cocos juga ikut terseret tsunami.

Akan tetapi, dari peristiwa tersebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan dampak yang paling parah.

Lantaran, gempa yang memicu tsunami ini disebabkan adanya interaksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Dari adanya pergeseran batuan secara tiba-tiba tersebut telah memicu gempa yang disertai pelentingan batuan dan terjadi di bawah pulau atau di dasar laut.

Kemudian, dasar samudera yang naik ke palung Sunda telah mengubah serta menaikkan permukaan air laut ke atas.

Yang mana, akibatnya permukaan datar air laut di pantai barat Sumatera juga ikut terpengaruh dan sempat mengalami penurunan muka air laut.

Dari proses itulah yang membuat air laut bergoyang dan menimbulkan gelombang laut yang kini sering disebut dengan tsunami.

Gempa dan Tsunami Aceh dalam Kenangan

Mulai tahun 2005 hingga 2009, telah dilakuakn proses rekontruksi dan rehabilitasi untuk pulihkan kembali kondisi Kota Aceh yang sebelumnya telah porak-poranda dihantam tsunami.

Selain itu, untuk mengenang bencana besar tersebut juga telah dibangung sebuah museum yang diberi nama, Museum Tsunami Aceh.

Museum tersebut dirancang oleh Ridwan Kamil yang bertindak sebagai arsiteknya.

Kini, museum tersebut dijadikan sebagai situs mengenang dengan menyuguhkan diorama yang menggambarkan bagaimana saat peristiwa mengerikan tersebut terjadi.

Bahkan, di dalam museum tersebut juga terukir daftar panjang nama-nama korban peristiwa gempa dn tsunami Aceh di tahun 2004 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link