Beranda / News

Kata Hasto Ada Operasi Khusus Oknum Polri Menangkan Prabowo-Gibran

news.terasjakarta.id - Jumat, 9 Februari 2024 | 19:10 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada operasi khusus Polri untuk menangkan Prabowo-Gibran. (ist)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada operasi khusus Polri untuk menangkan Prabowo-Gibran. (ist)

Penulis : Cahyono
Editor : Cahyono

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada operasi khusus oknum-oknum polri untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Seperti di Jawa Timur, kata Hasto ada aparat Polri masif terlibat penggalangan dukungan untuk pasangan Capres-cawapres nomor urut 2.

"Tadi saya mendengar laporan dari seluruh pimpinan PDIP Jawa Timur. Mereka mengatakan di Jatim ini justru sangat masif, ada keterlibatan oknum-oknum Polri," kata Hasto di Makam Bung Karno, Kota Blitar pada Jumat, 9 Februari 2024.

Baca Juga : Kata Prabowo yang Bilang Jokowi Tak Bisa Kerja Otaknya Perlu Diperiksa! 

Selain itu, lanjut Hasto, operasi khusus ditujukan untuk memenangkan perebutan kursi legislatif untuk partai-partai pendukung Prabowo-Gibran.

Dicontohkan seperti fenomena deklarasi dukungan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali alias Gus Ali terhadap Prabowo-Gibran sebagai hasil dari operasi khusus.

"Yang terjadi di Sidoarjo, misalnya, itu kan operasi khusus yang kemudian menyandera bupati, dipaksa mendukung 02. Sampai saudaranya, Bupati Gresik juga. Ini terjadi di mana-mana," katanya.

Baca Juga : Prabowo Sebut Jokowi Bakal Resmikan Rumah Sakit Militer Terbesar di ASEAN

Modus operasi tersebut, dengan mencari celah kesalahan dari kepala-kepala daerah, kepala dinas, hingga kepala desa.

Jika tidak bersedia mendukung Prabowo-Gibran, maka para pejabat itu diancam akan diproses hukum atas kesalahannya.

Dia juga menyebut contoh lainnya bagaimana kepala desa ditarget untuk mendapatkan 200 hingga 300 suara.

Baca Juga : Prabowo Sebut Koalisi Indonesia Maju Adalah Tim Jokowi: Kita Tidak Malu-malu!

"Yang paling parah itu Sidoarjo itu. Hukum dijadikan alat. Kita tahu kan Gus Ali sosok ulama hebat. Tiba-tiba dipaksa untuk mendukung 02," ucapnya.

Kata Hasto, tidak terlalu sulit untuk mendeteksi operasi khusus tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link