Beranda / News

Atasi Beras Langka, Jokowi Perintahkan Bapanas Banjiri Stok 34 Ribu Ton ke Pasar

news.terasjakarta.id - Senin, 12 Februari 2024 | 13:27 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Jokowi perintahkan Bapanas banjiri pasar dengan stok beras yang tersedia 34 ribu ton untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga beras. (Freepik/@freepik)

Jokowi perintahkan Bapanas banjiri pasar dengan stok beras yang tersedia 34 ribu ton untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga beras. (Freepik/@freepik)

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar membanjiri stok beras di pasar.

Hal ini buntut dari langkanya beras premium kemasan 5 kilogram di pasar hingga menyebabkan kenaikan harga.

Hal ini disampaikan Arief setelah rapat terbatas dengan Jokowi bersama menteri terkait di Istana Negara Jakarta pada Senin, 12 Februari 2024.

Baca Juga : Pemprov DKI Gencarkan Sembako Murah, Rp100 Ribu Dapat Beras, Minyak Goreng, Gula, dan Terigu

Beberapa menteri tersebut di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi.

"Mengenai isu perberasan nasional, jadi sekali lagi perintahnya adalah banjiri pasar," kata Arief.

Dalam hal ini, pihaknya diminta untuk mendistribusikan stok beras yang disimpan di gudang Bulog ke pasar.

Bongkar muat beras dari pelabuhan juga harus dipastikan langsung terdistribusi ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

Menurutnya, saat ini stok beras di Cipinang yang siap didistribusikan sebanyak 34 ribu ton.

Lebih lanjut, pihaknya bersama Dirut Bulog dan Menteri BUMN akan mengunjungi Pasar Induk Cipinang untuk memastikan hal ini.

Baca Juga : Dampak El Nino, Pemerintah Perpanjang Bansos Beras 10 Kg hingga Desember 2023

Nantinya, beras yang telah dibongkar muat tersebut harus segera didistribusikan ke pasar tradisional maupun modern.

"Ini sekarang tugas kami semua untuk memastikan sampai ke outlet baik di pasar modern maupun tradisional," lanjutnya.

Dengan dilakukannya langkah ini, diharapkan kelangkaan beras bisa diatasi dan harga beras mulai turun pada Maret 2024.

Begitu pula dengan jumlah produksi beras yang diharapkan meningkat hingga lebih dari 3,5 juta ton pada bulan depan.

Angka ini sesuai dengan survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Statistik Nasional (BPS).

"Khusus untuk beras kita berharap bulan Maret 2024 ini produksi kita sesuai dengan KSA BPS itu di atas 3,5 juta ton," tuturnya.

Baca Juga : Harga Beras Melonjak, Heru Budi Minta Food Station Perbanyak Suplai ke Pasar

Penyebab Beras Langka

Sebelumnya, Arief mengungkap bahwa kelangkaan beras ini terjadi akibat kekurangan pasokan hingga mencapai 2,4 juta ton.

“Januari dan Februari 2024 ini kita kekurangan 2,4 juta ton beras,” kata Arief di Jakarta pada Minggu, 11  Februari 2024.

Hal ini merupakan dampak dari El Nino yang mempengaruhi produksi padi dalam negeri.

"Pemerintah menyeimbangkan kekurangan karena tidak dapat tanam akibat El Nino dengan importasi,” ujarnya.

Di mana, beras diperkirakan baru panen pada Maret mendatang.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa kebijakan impor beras merupakan pilihan terakhir agar ketersediaan beras tetap terjaga.

Meski terpaksa, ia memastikan impor beras ini dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan, sehingga tidak akan mengganggu stabilitas harga di tingkat petani.

Harga Beras di Pasar

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkap bahwa peritel mulai kesulitan mendapatkan stok beras premium lokal kemasan 5 kilogram.

Pasalnya, produsen telah menaikkan harga beli bahan pokok, seperti beras, gula, hingga minyak di atas HET.

“Selama sepekan terakhir ini (harga beli sudah naik) sebesar 20%-35% dari harga sebelumnya,” kata Roy melalui keterangan resmi, Jumat, 9 Februari 2024.

Diketahui, harga beras yang dibeli peritel berkisar antara Rp15.100-15.500 per kilogram.

Padahal, pemerintah menetapkan HET beras medium sebesar Rp10.900-11.800 per kilogram dan beras premium sebesar Rp13.900-14.800 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link