Beranda / News

JK soal Film Dirty Vote: Masih Sopan, Baru 25 Persen Ungkap Kecurangan Pemilu 2024

news.terasjakarta.id - Senin, 12 Februari 2024 | 15:44 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Jusuf Kalla sebut film Dirty Vote masih sopan dan baru 25 persen mengungkap seluruh kecurangan Pemilu 2024. (Ist)

Jusuf Kalla sebut film Dirty Vote masih sopan dan baru 25 persen mengungkap seluruh kecurangan Pemilu 2024. (Ist)

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Film Dirty Vote yang baru dirilis mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla (JK) menyebut bahwa film yang disutradarai oleh Dhandy Dwi Laksono ini masih belum mengungkap seluruh kecurangan Pemilu 2024.

"Tapi bagi saya, saya kira film itu masih ringan dibanding kenyataan yang ada dewasa ini, masih tidak semuanya," kata JK pada Senin, 12 Februari 2024.

Baca Juga : KPU Catat Ada 81 Lembaga Survei Resmi untuk Quick Count Pemilu 2024

Bahkan, menurut JK, data dan fakta yang diungkap tiga tokoh tata negara itu masih 25 persen dari kecurangan yang terjadi di lapangan.

"Mungkin baru 25 persen," lanjutnya.

Sedangkan kenyataannya, masih banyak fakta kecurangan yang masih belum terungkap.

Menurutnya, Dirty Vote belum mengungkapkan lebih dalam mengenai dugaan kecurangan yang terjadi di daerah dan desa-desa.

Seperti yang diketahui, para tokoh di film Dirty Vote mengungkapkan adanya keterlibatan aparat untuk mempengaruhi pilihan masyarakat hingga penyalahgunaan sosial.

Bahkan, sambungnya, film ini tidak menyinggung distribusi bansos yang dinilai sarat unsur politik.

Lebih lanjut, ia juga menggambarkan film ini masih dibangun dengan lebih sopan.

Baca Juga : Tidak Golput! 14.291 Napi di Jakarta Bakal Nyoblos di Pemilu 2024

"Mungkin sutradaranya lebih sopan lah. Masih sopan tapi bagi pihak lain masih marah, apalagi kalau dibuka semuanya," kata dia.

Meski begitu, ia  memberikan apresiasi atas dibuatnya film tersebut dengan menunjukkan fakta dan data yang terjadi.

Menurutnya, film Dirty Vote ini menunjukkan bahwa pemilu yang tidak jujur  bisa menghasilkan pemilih yang tidak sempurna.

"Saya tidak mengatakan kotor, katakanlah tidak sempurna. Kalau pemilih caranya begitu. Itu aja intinya," ucap JK.

Sebelumnya, rumah produksi Watchdog merilis film dokumenter Dirty Vote.

Film yang disutradarai oleh Dandhy Laksono ini resmi dirilis pada Minggu, 11 Februari 2024 di kanal YouTube Dirty Vote.

Pada film ini, tiga ahli hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari memaparkan berbagai bukti dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Hanya dalam waktu singkat, film ini telah ditonton oleh lebih dari 4 juta pengguna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link